Biologi sefalopoda, yang dicirikan oleh masa hidup yang pendek, reproduksi semelparous, pertumbuhan non-asymptotik yang cepat, dan biomassa yang berfluktuasi secara musiman, menghadirkan tantangan khusus dalam penilaian stok. Perikanan gurita artisanal skala kecil dan minim data merupakan sumber makanan dan pendapatan yang semakin penting bagi masyarakat nelayan pesisir, tetapi menimbulkan tantangan penilaian yang sangat merugikan. Kami mengembangkan dan menguji metodologi penilaian berbasis ukuran yang minim data, yang menunjukkan penerapannya pada 17 perikanan Indonesia untuk Octopus cyanea. Model Penilaian Masa Hidup Pendek (SLAM) mirip dengan metodologi Penilaian Rasio Potensi Pemijahan Berbasis Panjang (LBSPR) dan Efek Campuran Terpadu Berbasis Panjang (LIME), dengan asumsi bahwa taksa berbagi kurva pertumbuhan dan relativitas antara ukuran maksimum dan ukuran kematangan. Dengan menggabungkan bentuk kurva pangkat pertumbuhan yang khas untuk sefalopoda dan langkah waktu bulanan, SLAM memperkirakan selektivitas pada jadwal umur, tingkat mortalitas penangkapan ikan bulanan (F), dan rasio potensi pemijahan (SPR). Diperlukan minimal 12 sampel bulanan data tangkapan berdasarkan berat (CAW), tetapi rangkaian waktu yang lebih panjang dan indeks tambahan dari upaya dan/atau tangkapan akan menghasilkan hasil yang lebih andal. Struktur SLAM fleksibel; dengan CAW <24 bulan, strukturnya sejajar dengan LBSPR dalam mengasumsikan dinamika keseimbangan dan perekrutan bulanan yang konstan. Dengan CAW >24 bulan, struktur dinamis menjadi mungkin, mirip dengan LIME, dan pola perekrutan musiman dapat diperkirakan.